Senin, 02 Maret 2015

Masa Mendatang yang Menakutkan

Kekhawatiran, kecemasan, dan ketakutan, menurut saya adalah bentuk-bentuk emosi yang sama. Tergantung dari kadar dan konteksnya. Menurut orang lain mungkin ada yang membedakan di antara ketiganya, dan itu sah-sah saja. Pendapat saya tidak berdasar pada buku-buku dan teori-teori yang ada. Saya hanya mengamati dari dalam diri saya sendiri.

Kekhawatiran, kecemasan, dan ketakutan selalu ada pada diri manusia dari detik ke detik, bahkan ketika sedang tidur, tetapi manusia tidak bisa selalu menyadari keberadaan perasaan-perasaan tersebut setiap saat. Apalagi ketika sedang dalam kondisi senang dan berbahagia. Karena manusia tidak mampu melenyapkan sama sekali ketakutan-ketakutannya, maka kebahagiaan sejati sebenarnya tidak pernah ada, yang ada hanyalah saat-saat penderitaannya terlupakan dan tidak tersadari.

Rasa takut, cemas dan khawatir biasanya selalu berhubungan dengan masa yang akan datang. Masa yang akan datang adalah masa yang belum terjadi. Andai saat ini adalah pukul 07.00, maka pukul 07.10 setelah ini adalah masa yang akan datang. Masa yang akan datang bisa 10 tahun nanti, 5 tahun nanti, sebulan nanti, minggu depan, besok pagi, atau bahkan 5 menit yang akan datang.

Hubungan antara ketakutan dengan masa yang akan datang biasanya terjadi karena pikiran akan berkelana bebas dan membayangkan hal-hal yang tidak kita sukai bakal terjadi. Suatu misal, pagi hari ketika baru bangun tidur kita melihat mendung gelap menyelimuti langit, serta merta perasaan tidak enak akan langsung menghinggapi benak kita. Di situlah pikiran dengan bebasnya akan berbicara bahwa nanti akan turun hujan lebat, akan kehujanan di tengah jalan, baju kita akan basah kuyup, sampai kantor akan terlambat, bos akan marah-marah, dan seterusnya.

Pada contoh di atas, sebetulnya walaupun pagi itu mendung sangat tebal, namun belum tentu hujan akan turun, tetapi pikiran akan cenderung dominan pada hal-hal yang tidak kita sukai. Akibatnya rasa khawatir muncul secara tiba-tiba tanpa bisa kita cegah. Apabila rasa khawatir itu tidak kita kendalikan dengan baik, maka bisa saja perasaan negatif akan meyelimuti kita sepanjang hari.

Pengendalian rasa khawatir bisa kita wujudkan dalam bentuk hal-hal yang bersifat antisipatif. Kalau tahu hari akan turun hujan, maka sebaiknya kita membawa payung atau mantel hujan. Kalau tahu  hujan bisa menyebabkan keterlambatan masuk kantor, kita bisa berangkat lebih awal. Intinya kita jangan menuruti rasa khawatir secara berlebihan sehingga mengakibatkan perasaan-perasaan negatif lainnya akan muncul juga, seperti marah, kesal, dan lain sebagainya.

Masa yang akan datang adalah misteri. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, bisa buruk bisa juga baik. Bisa seperti yang kita inginkan, bisa juga seperti yang kita tolak. Sebaiknya kita proporsional dalam melihat masa yang akan datang, tidak selalu berprasangka hal-hal buruk akan terjadi. Pikiran manusia amatlah liar dan tidak bisa diam, serta cenderung menciptakan rasa takut, khawatir dan cemas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar